Tuesday, 29 September 2009

Dialog Spiritual Haji: Imam Ali Zainal Abidin (sa) dengan Asy-Syibli

Asy-Syibli adalah seorang ulama sufi besar dan terkenal hingga sekarang, khususnya di kalangan para sufi. Imam Ali Zainal Abidin (sa) adalah putera Al-Husein cucu Rasulullah saw. Dialog ini saya terjemahkan dari kitab Al-Mustadrak. Berikut ini dialognya:

Saat pulang ke Madinah usai menunaikan ibadah haji, Asy-Syibli datang kepada gurunya Ali Zainal Abidin (ra) untuk menyampaikan pengalamannya selama menunaikan ibadah haji. Dalam pertemuan itu terjadilah dialog antara seorang guru dengan muridnya.

Thursday, 14 May 2009

Adab Safar (tata cara bepergian) Haji dan Umroh

• Istikharah: Sangat dianjurkan bagi setiap muslim yang akan bepergian, terutama untuk haji atau umrah, melakukan Istikharah. Doa yang paling utama dibaca dalam Istikharah adalah:


اَسْتَخِيْرُ اللهَ بِرَحْمَتِهِ خِيَرَةً فِي عَافِيَةٍ

Astakhîrullâha bi rahmatihi khiyaratan fî ‘âfiyatin.
Aku memohon pilihan kepada Allah dengan rahmat-Nya pilihan dalam keselamatan.
dibaca 3 kali, 7 kali, 10 kali, 50 kali, 70, atau 100 kali.

Wednesday, 13 May 2009

Adab dan tata cara Memasuki Masjid Nabawi

Ziarah kepada Rasulullah saw termasuk rangkaian Adab-adab haji dan umroh yang sangat penting, karena Rasulullah saw bersabda:

”Barangsiapa yang datang ke Mekkah untuk melakukan haji, dan ia tidak berziarah kepadaku aku berlepas diri darinya pada hari kiamat. Barangsiapa yang datang kepadaku untuk berziarah maka wajib baginya mendapat syafaatku; barangsiapa yang diwajibkan baginya mendapat syafaatku maka wajiblah baginya surga. Dan barangsiapa yang mati karena hijrah kepada Allah `Azza wa Jalla maka pada hari kiamat ia dikumpulkan dengan para syuhada’ badar.“

Monday, 3 March 2008

Adab dan Doa Sa'i

Sesudah melakukan thawaf, shalat thawaf dan minum air zamam, disunnahkan keluar menuju Shafa dari pintu Rasulullah saw, yaitu pintu yang berhadapan dengan Hajar Aswad (pintu Shafa). Menuju ke Shafa dengan tenang dan khusuk, kemudian naik menuju Shafa sehingga melihat Baitul Haram dan menghadap ke arah Hajar Aswad. Disunnahkan juga memperpanjang waktu berhenti di Shafa. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa ingin diperbanyak hartanya, maka hendaknya memperpanjang waktu berhenti di Shafa dan Marwah, dan sedapat mungkin merenungi nikmat-nikmat Allah dan karunia-Nya, ujian dan kebaikan ciptaan-Nya.”

Pertama: Ketika menghadap ke Ka’bah membaca zikir berikut masing-masing (7 kali):

Saturday, 1 March 2008

Doa-Doa Thawaf

Bagi setiap jema’ah haji atau umroh sangat disunnahkan membaca masing-masing doa berikut ini dalam setiap putaran thawaf, dan setiap membaca doa-doa ini usahakan memulainya dengan Basmalan dan Shalawat:

Doa Putaran Pertama

Doa ketika Mencium Hajar Aswad

Ketika mendekati Hajar Aswad, angkatlah kedua tangan Anda dan ucapkan pujian kepada Allah; bacalah shalawat kepada Nabi dan Keluarganya, dan memohonlah kepada Allah agar haji Anda diterima oleh-Nya. Usahakan mencium Hajar Aswad, kalau tidak mungkin usahakan menyentuhnya, kalau juga tidak mungkin cukup dengan isyarat sambil membaca doa berikut:

Doa ketika berada di posisi sejajar dengan Hajar Aswad

Ketika berada dalam posisi sejajar dengan hajar Aswad dalam thawaf, disunnahkan membaca doa berikut ini:

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآل محمد

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَنْتُ بِاللهِ وَكَفَرْتُ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ وَاللاَّتَ وَالْعُزَّى وَبِعِبَادَةِ الشَّيْطَانِ وَبِعِبَادَةِ كُلِّ نِدٍّ يُدْعَى مِنْ دُوْنِ اللهِ
Bismillâhir Rahmânir Rahîm
Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad

Asyhadu allâilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, wa anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasûluh, amantu billâhi, wa kafartu biljibti wath thâghûti wallâta wal ’uzzâ wa bi’ibâdatisy syaythâni wa bi’ibâdati kulli niddin yud’â min dûnillâh.

Doa sesudah Shalat Thawaf

Sesudah thawaf disunnahkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, dan sesudah shalat membaca doa:

أَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي وَلاَتَجْعَلْهُ أَخِرَ الْعَهْدِ مِنِّي. أَلْحَمْدُ للهِ بِمَحَامِدِ كُلِّهَا عَلَى نَعْمَائِهِ كُلِّهَا حَتىَّ يَنْتَهِي الْحَمْدُ إِلَى مَا يُحِبُّ وَيَرْضَى. أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مَحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَطَهِّـرْ قَلْبِي وَزَكِّ عَمَلِي
أَللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِطَاعَتِي إِيَّاكَ وَطَاعَةِ رَسُوْلِكَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، أَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي أَنْ أَتَعَدَّى حُدُوْدَكَ وَجَعَلَنِي مِمَّنْ يُحِبُّكَ وَيُحِبُّ رَسُوْلَكَ وَمَلاَئِكَتَكَ وَعِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allâhumma taqabbal minnî walâ taj’alhu âkhiral ‘ahdi minnî. Alhamdu lillâhi bimahâmidi kullihâ ‘alâ na’mâihi kullihâ hattâ yantahil hamdu ilâ mâ yuhibbu wa yardhâ. Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa taqabbal minnî, wa thahhir qalbî, wa zakki ‘amalî.